RSS

CERITA SEX DEWASA

Blog ini hanya boleh dibaca oleh orang dewasa!!
Tidak boleh dipraktekan, jika kamu masih dibawah umur.
Dilarang baca Blog ini di tempat umum, karena bisa bikin ngaceng!!!!!!!

Tidur di Perpustakaan


Berikut ceritanya yang menceritakan seorang mahasiswa yang hanya ingin pergi keperpustakaan untuk tidur. Sebut saja namanya micko seorang mahasiwa pemalas yang hanya hobby tidur. Pada suatu siang dia lagi males kuliah dan berencana mencari tempat tidur tersembunyi. Nah langsung kepikiran tuw perpustakaan, kerana biasanya jam segini biasannya perpustakaan sepi. Paling kalau ada yang disana hanya segelintir orang yang bisa dihitung jari.
Micko kemudian mengambil beberapa buku yang besar dan tebal, dan mengambil tempat di meja paling ujung. Tapi baru saja ia hendak memejamkan mata, pandangannya terganggu oleh sebuah pemandangan. Di meja pustakawati, duduk seorang gadis cantik berumur sekitar 20an akhir dengan kaki indah yang terbalut jeans ketat, pantatnya terlihat padat, rambutnya yang panjang terurai ke belakang, kulit putih, bibir seksi, dan kemeja putih yang dia pakai membuat dia tampak elegan, apalagi buah dadanya terlihat sangat menonjol di balik kemeja putih tersebut. Saking ketatnya kemeja putih yang dipakai, terlihat juga cetakan bra yang dikenakan gadis itu.
Sontak kontol Micko langsung menegang melihat gadis di depannya. Walaupun Micko sering ke perpustakaan, dia hampir tidak pernah memperhatikan sekelilingnya, karena terlalu berkonsentrasi untuk tidur. Padahal pustakawati ini terhitung sudah cukup lama menjadi staf di kampus. gadis ini sedang sibuk dengan catatan pembukuan dan daftar, sehingga tak sadar sedari tadi Micko menatapnya penuh nafsu. Micko sendiri membuka resleting jeansnya, kemudian memperosotkan jeans dan boxernya hingga sebatas lutut, mengeluarkan kontolnya yang sudah sangat tegang sehingga berdiri tegak luar biasa, kemudian mengocok kontolnya di bawah meja, sambil terus memperhatikan si gadis itu. Karena berada di meja paling ujung, tidak ada orang yang memperhatikan Micko beraksi. Hingga sepuluh menit lamanya, Micko memanjakan kontolnya. Saat mau muncrat, Micko berdiri dari kursinya, menghadap ke meja pustakawati seakan-akan membidik gadis itu dengan peluru pejuhnya. Micko pun muncrat cukup jauh hingga melewati meja Micko sendiri. Sebenarnya, dengan posisi demikian, gadis tersebut dapat melihat Micko dengan jelas karena kebetulan meja Micko dan meja pustakawati berada dalam satu garis lurus, tetapi konsentrasi gadis ini sangat kuat sehingga tidak memperhatikan Micko. Micko segera terduduk kembali untuk beristirahat dari onaninya.
Kurang lebih setengah jam kemudian gadis itu beranjak menuju salah satu rak buku. Micko pun segera bereaksi dengan memasukkan kembali kontolnya dan memakai jeansnya kembali. Setelah itu Micko memperhatikan sekitarnya. Setelah dirasa aman tanpa terlihat orang lain, Micko kemudian mengikuti gadis itu ke rak buku yang dituju. Perlahan Micko mengendap, kemudian melihat gadis itu sedang mengatur letak buku-buku yang berantakan di bagian atas rak.
Karena kebetulan rak buku tersebut terletak sangat ujung, tidak jauh dari meja Micko, dan juga sangat jarang sekali dikunjungi orang (biasanya orang2 lebih sering ke rak2 depan hingga tengah), Micko tau kesempatan telah datang. Tanpa buang waktu lagi, Micko langsung menerkam gadis itu, menutup mulutnya dengan sebelah tangan dan menarik gadis itu ke rak paling ujung dan paling belakang, yang jelas paling sulit terlihat orang. Ia mendorong si gadis ke dinding, dan dengan tenaga dan badannya yang besar si gadis tak bisa bergerak tertahan.
Si gadis mencoba bicara, namun mulutnya tertutup tangan Micko.
“Jangan teriak. Kalau berani cantik bakal menyesal” bisik Micko di telinga si gadis.
Perlahan Micko melepas bekapannya, si gadis kelihatan takut dan terpaku, tangan Micko perlahan meremas pantat si gadis yang padat. Si gadis hendak menjerit namun karena takut ancaman Micko ia kembali terdiam. Si gadis mulai menangis, tapi tangisan itu membuat kecantikan gadis itu makin terlihat, ia tidak melawan saat pantatnya di-remas2 Micko. Namun saat Micko hendak menarik lepas kemeja putihnya, ia berontak. Sayangnya tenaga gadis itu terlalu lemah, hingga akhirnya Micko pun berhasil melepas kemeja putih itu dengan kasar. Semua kancing kemeja putih itu jatuh berhamburan dan memperlihatkan paksa isi di dalamnya. Ternyata si gadis dibalik kemeja putih itu memakai bra berenda berwarna putih. Micko yang memang menyukai wanita2 dengan bra berenda, melihat pemandangan di depannya membuat Micko tersenyum, what a sexy body. Si gadis menyilangkan tangannya di dada, sadar jika buah dadanya terlihat jelas.
“Tolong..jangan…gw masih perawan…” si gadis memohon
“Siapa namanya gadis cantik perawan?”
“Charis…tolong lepasin gw …gw kasih apa aja..asal lepasin gw ….”
“Nama yang indah” kata Micko sambil meremas buah dada Charis, sempat berontak kemudian Micko mengancam Charis, “Diam…atau gw harus iket tangan , atau gw bakal panggil temen-temen gw … jangan melawan, cuman layanin gw doang.”

Perlawanan Charis perlahan melemah, membuat Micko bebas meremas dan meraba payudara Charis yang masih terbalut bra. Sambil tetap meremas buah dada Charis , satu tangan Micko membuka kancing jeans Charis , menurunkan resletingnya, dan menurunkan perlahan jeans tersebut. Ia lihat kebawah, ia lihat Charis memakai celana dalam putih berenda yang sangat seksi. Ia dengan segera melucuti bra Charis , dan menarik lepas celana dalam Charis .
Ia memandangi tubuh Charis yang indah tanpa selembar benangpun, apalagi rambut hitamnya yang terurai menambah keseksian Charis . Micko lantas menyuruh Charis membuka satu persatu pakaian Micko. Charis yang masih ketakutan pun menurut begitu saja. Setelah Micko telanjang bagian atas, Charis pun membuka jeans Micko dan menurunkannya. Sudah terlihat sekali di balik boxer Micko benda tumpul keras yang sangat tegang dan tegak. Charis sekilas ragu untuk menurunkan boxer Micko, tapi Micko memaksa Charis melakukannya.
“Jangan berhenti kamu…gw janji lu bakal senang melihat punya saya…”
Menjulang tinggi kontol Micko yang sepanjang 20 cm. Charis terkejut dengan ukuran yang sebesar itu, kemudian mulai khawatir apakah kontol sebesar itu dapat dilayaninya dengan baik. Micko segera menyuruh Charis berlutut dan mengulum kontolnya yang besar. Charis awalnya menolak, meski kontol Micko terus dipaksakan masuk. Tapi Charis tetap tak mau membuka mulut, sehingga Micko harus memijit hidung Charis dengan keras, sehingga mulutnya terbuka, dan dalam sekejap pula ia memasukkan semua kontolnya ke dalam mulut Charis . Saking panjangnya, ujung kontol Micko mengenai tenggorokan Charis . Kemudian dengan paksa Micko meng-gerak2kan kepala Charis maju mundur. Awalnya Charis tidak melakukan apapun, namun akhirnya ia mulai memainkan lidahnya, kontol Micko ia jilati, kadang ia sedot dengan kuat, kadang ia gigiti dengan lembut, membuat Micko mendesis keenakan. Sampai akhirnya ketika Micko menyemprotkan pejuh, Charis terpaksa menelan pejuh Micko yang ternyata banyak sekali. Mulut Charis penuh dengan pejuh hingga hampir tidak sanggup menampung seluruhnya.
Ketika giliran Micko menyentuh memek Charis ia merasakan memek tersebut sudah sangat basah.
“Oohhmm..lu suka juga kan ternyata…dasar muna..”
Muka Charis terlihat memerah menahan malu. Kini giliran Micko yang berlutut di depan Charis dan menjilati memek Charis . Permainan lidah Micko di memeknya membuat Charis merintih, mendesah , dan mengerang, apalagi buah dadanya kembali di remas Micko. Segala suara yang dikeluarkan Charis lama2 makin kencang, mungkin dapat terdengar hingga meja pustakawati yang terletak di dekat pintu perpustakaan. Tetapi, Micko sudah tidak peduli. Yang penting ia dapat merasakan tubuh Charis yang sangat seksi. Untungnya pula ternyata sudah tidak ada orang yang berada di perpustakaan selain Micko dan Charis berdua, sehingga mereka dapat leluasa bermain cinta sepuas-puasnya.
Setelah dirasa cukup basah, Micko membaringkan Charis di lantai perpustakaan yang dingin, dan tanpa basa basi langsung menusukkan kontolnya ke memek Charis , yang ternyata masih sempit dan memang Charis masih virgin. Butuh usaha keras bagi kontol Micko untuk menembusnya, hingga akhirnya seiring jeritan Charis dan masuknya seluruh kontol Micko ke memeknya, darah perawan pun mengalir. Jeritan Charis sangat keras, namun tidak ada yang mendengar jeritan tersebut, hanya rak-rak buku menjadi saksi bisu terenggutnya keperawanan Charis .
“Ooohhh..aku udah gak perawan lagi..” sesal Charis .
Tapi Micko tidak mendengar Charis . Micko terus mendorong kontolnya, cepat dan makin cepat. Teriakan, tangisan, erangan, dan rintihan Charis menjadi stimulus untuknya. Hingga akhirnya Charis menjerit tanda orgasme, membuat Micko makin semangat, buah dada Charis bergoyang seirama dengan gerakan maju mundur Micko. Begitu orgasme, Micko sambil puas meremas keras buah dada ranum Charis , sehingga Charis menjerit kesakitan. Charis dan Micko saling orgasme bersamaan, seluruh cairan kewanitaan dan pejuh pun bercampur dalam rahim Charis . Untungnya, hari itu bukan masa subur Charis sehingga kemungkinan terjadinya kehamilan sangat kecil. Micko pun mengeluarkan kontolnya yang mengendur kembali, dan melihat memek Charis yang banjir sangat banyak oleh pejuhnya.
Setelah orgasme itu, Charis terbaring lemah di lantai, masih dalam keadaan telanjang bulat, hanya bisa menangis menyesali keadaannya. Micko yang kembali ke kesadarannya kemudian melihat jam dinding. Ternyata sudah lewat jam tutup dan hari sudah gelap. Sebenarnya Micko sudah ingin pulang karena sudah lapar dan lelah. Tetapi apa daya, Micko menyadari ada mangsa sangat empuk di depannya. Micko lantas berubah pikiran dan memutuskan tetap berada di perpustakaan dan tidak pulang. Micko segera memakai pakaian lengkapnya walaupun tidak rapi, mengambil kunci pintu perpustakaan di kantong jeans Charis yang tergeletak dan segera berlari ke arah pintu. Ternyata Micko mengunci pintu perpustakaan dari dalam dan menghadapkan tanda bertuliskan TUTUP keluar jendela perpustakaan, mengurung dirinya dan Charis di dalam tanpa bisa keluar. Micko kemudian menaruh kunci tersebut di salah satu rak buku secara acak, supaya Mbak Charis tidak dapat menemukannya.
Micko kembali mendekati Mbak Charis yang masih terbujur kesakitan dan basah penuh keringat dan pejuh. Melihat keadaan Charis yang seperti itu, Micko menjadi sangat terangsang kembali. Dia segera meminum obat kuat yang biasa dia simpan di tasnya agar terus tegang sepanjang malam. Charis sebenarnya menolak untuk melayani Micko lagi karena masih kelelahan, tetapi tanpa kasihan Micko menjejali Charis dengan obat perangsang sehingga Charis dapat melayani Micko kembali. Micko memperkosa Charis lagi hingga sepuluh kali semalam suntuk. Charis terus2an menjerit, mengerang, dan menangis dengan suara keras menahan gempuran Micko. Agar tidak membosankan, Micko memperkosa Charis di berbagai spot di perpustakaan. Baik di atas maupun bawah meja baca atau meja pustakawati, maupun berdiri menghadap kaca jendela yang disinari lampu dari luar. Semuanya dilakukan tanpa batas, penuh ketelanjangan yang nyata. Micko bahkan sempat mengabadikan perkosaannya dalam kamera hpnya.
Ketika pagi sudah menjelang, sekitar jam enam pagi. Micko meninggalkan Charis di lantai meja pustakawati dalam keadaan berantakan. Seluruh tubuh Charis mandi keringat dan pejuh, sangat banyak. Charis sendiri pingsan tak sadarkan diri setelah digempur sepanjang malam. Kemeja, jeans, bra, dan celana dalam milik Charis di-sobek2 Micko dengan kejam sehingga tidak dapat dipakai kembali oleh Charis , benar-benar harus telanjang bulat. Micko yang sudah memakai pakaian lengkap membuka pintu perpustakaan, kemudian meninggalkan kunci perpustakaan Charis di kolong salah satu rak buku. Sebelum pergi, Micko dengan kamera hpnya sempat memotret lagi Charis yang terbaring, untuk menutup mulut Charis jika suatu saat ia berani macam2. Akhirnya, Micko benar2 meninggalkan perpustakaan dalam keadaan pintunya terbuka lebar.